MAN Blora, Bangun Karakter Siswa Melalui Manasik Haji

Diposting pada: 2019-04-16, oleh : MADRASAH ALIYAH NEGERI BLORA, Kategori: Tanpa Kategori

Blora (manblora)-Pendidikan karakter merupakan suatu jawaban yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait kerusakan moral dan jati diri suatu bangsa. Pendidikan karakter dapat diperoleh melalui bangku sekolah/madrasah. Sekolah/madrasah sebagai penyelenggara pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mewujudkan misi dari pendidikan karakter.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora sebagai sebagai sekolah/madrasah yang berbasis keagamaan bertekad untuk mewujudkan siswa yang berkarakter religius. Salah satunya dengan menggelar kegiatan manasik haji.

MAN Blora, Selasa (16/4) menggelar ujian praktik manasik haji. Ujian praktik tersebut diikuti 372 siswa kelas XII. Mereka berasal dari dua jurusan. Masing-masing 192 siswa dari jurusan IPA, 161 dari jurusan IPS dan 19 jurusan keagamaan.

 
Kepala MAN Blora, Drs. H. Amiruddin Aziz, M.Pd. dengan didampingi koordinator keagamaan, Drs H Moh Fathur mengatakan, kegiatan manasik haji yang digelar di GOR Mustika yang berlokasi di Jalan GOR Blora Nomor 3 Kabupaten Blora. Sebelum pelaksanaan ujian praktik manasik haji, dilakukan pembekalan materi di Masjid Baitul Ghofur komplek madrasah setempat.


”Meski hanya praktik, saya minta semua siswa melakukan manasik haji dengan sungguh. Dan, harus yakin, bahwa suatu saat akan dipanggil Allah untuk menunaikan ibadah haji sungguhan,” ujar Amir, saat membuka acara tersebut.


Selain kepala madrasah, seluruh guru agama juga ikut mendampingi para siswa. Mereka dengan penuh kesungguhan memberikan bimbingan dan arahan bagi siswa yang sedang melaksanakan ujian praktik manasik haji. Pada kesempatan itu, siswa dibagi menjadi beberapa regu/kloter.

 
Sementara itu, Siswati selaku ketua panitia pelaksana menambahkan, ujian praktik manasik haji bertujuan agar siswa memahmi amalan haji, dan tidak sekedar paham teorinya. Karena ibadah haji membutuhkan pengalaman teori dan praktik. Seperti niat ihram dari miqot, thowaf, sa’i, wukuf di arofah, bermalam di muzdalifah, mabit di Mina dan melempar jumrah serta tahallul.


Sebelum melempar jumroh, lanjutnya, siswa diajak mencari krikil. Yakni,sebanyak 70 butir. Krikil sebanyak itu digunakan untuk melempar jumrah ula, jumrah wustha dan aqobah.

Selain ujian praktik manasik haji, pihaknya juga mewajibkan siswa untuk mempraktikkan ibadah lainnya. Seperti ibadah wudhu, sholat dan baca Al-Qur’an. Melalui cara itu, diharapkan siswa akan makin memahami ajaran agamanya sekaligus dapat mempraktikkannya. 


Secara umum, siswa sudah memahami amalan ibadahnya, khususnya untuk ibadah sehari-hari kendati masih ada satu dua siswa yang butuh bimbingan khusus. Sedangkan ibdah haji kendati tidak ibdah harian, siswa juga dapat memahami pelaksanaan ibadah haji secara benar. (umi)


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini